Coelenterata Nf

download Coelenterata Nf

of 16

  • date post

    09-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    158
  • download

    16

Embed Size (px)

description

Coelenterata Nf

Transcript of Coelenterata Nf

  • 5/19/2018 Coelenterata Nf

    1/16

    1

    BAB I

    PENDAHULUAN

    1.1

    Latar Belakang

    Coelenterata berasal dari bahasa Yunani yaitu coilos yang berarti rongga dan

    enteros yang berarti usus. Jadi coelenterata dapat diartikan sebagai hewan yang

    memiliki rongga yang berfungsi sebagai usus. Nama filum coelenterata juga dikenal

    sebagai Cnidaria. Cnidaria berasal dari bahasa Yunani yaitu cnidos yang berarti

    sengat, karena hewan ini memiliki sel penyengat.

    Berbeda dengan protozoa, coelenterata memiliki rongga pencernaan (rongga

    gastrovascular) dan mulut. Terdapat sekitar 9500 spesies, kebanyakan hidup di laut

    dan hanya 14 spesies yang hidup di air tawar. Hydrozoa hidup di air tawar dan

    biasanya di perairan dangkal dan melekat pada substrat serta terumbu karang.

    Coelenterata hidup mulai periode Camabrian sampai sekarang.

    Dibandingkan dengan filum Porifera, filum Coelenterata lebih maju tingkat

    filogennya. Kalau porifera disebut sebagai parazoa, maka coelenterata sudah disebut

    metazoa, walaupun masih primitif. Hal ini didasarkan atas kekompleksan tubuhnya.

    Porifera tubuhnya tersusun oleh banyak sel/multiseluler, yang berarti lebih tinggi

    tingkatannya dibandingkan dengan Protozoa yang tubuhnya hanya terdiri dengan

    satu sel saja dan masih bekerja secara individual. Sementara itu Coelenterata

    tubuhnya juga tersusun oleh banyak sel dan sudah membentuk jaringan, dan

    perkembangan organ tubuhnya jelas.

    1.2Rumusan Masalah

    Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan masalah sebagai

    berikut:

    1.

    Apa yang dimaksud dengan Coelenterata?

    2.

    Bagaimana morfologi Coelenterata?

    3.

    Bagaimana karakteristik Coelenterata?4.

    Bagaimana sistem reproduksi Coelenterata?

    5.

    Bagaimana sistem pencernaan Coelenterata?

    6.

    Bagaimana sistem ekskresi Coelenterata?

    7.

    Bagaimana sistem syaraf Coelenterata?

    8.

    Bagaimana klasifikasi Coelenterata?

    9.

    Bagaimana peranan Coelenterata?

  • 5/19/2018 Coelenterata Nf

    2/16

    2

    1.3Tujuan

    Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah:

    1. Untuk mengetahui pengertian Coelenterata

    2.

    Untuk mengetahui morfologi Coelenterata3. Untuk mengetahui klasifikasi Coelenterata

    4. Untuk mengetahui sistem reproduksi Coelenterata

    5.

    Untuk mengetahui sistem pencernaan Coelenterata

    6.

    Untuk mengetahui sistem ekskresi Coelenterata

    7.

    Untuk mengetahui sistem syaraf Coelenterata

    8.

    Untuk mengetahui klasifikasi Coelenterata

    9.

    Untuk mengetahui peranan Coelenterata

  • 5/19/2018 Coelenterata Nf

    3/16

    3

    BAB II

    PEMBAHASAN

    2.1 Pengertian Coelenterata

    Coelenterata berasal dari bahasa Yunani yaitu coilosyang berarti rongga dan

    enteros yang berarti usus. Jadi Coelenterata bisa diartikan sebagai hewan berongga.

    Selain itu, coelenterata juga sering disebut Cnidaria. Cnidaria berasal dari kata

    cnidos yang berarti sengat, sesuai dengan cirinya yang memiliki sel penyengat.

    Secara umum coelenterata berbentuk karang, menyerupai bunga mawar, dan ada

    pula yang melayang-layang di laut yang berbentuk seperti mangkuk terbalik.

    Anggota dari filum ini belum memiliki rongga yang sebenarnya (coeleom)

    tetapi hanya rongga central yang disebut coelenteron. Coelenteron berfungsi sebagai

    pencernaan makanan dan mengedarkan sari-sari makanan. Oleh karena itu, rongga

    tersebut disebut juga rongga gastrovascular. Hewan-hewan yang termasuk dalam

    filum ini meliputi golongan hydra, ubur-ubur, karang (koral), dan anemon laut.

    2.2 Morfologi Coelenterata

    Tubuh filum Coelenterata berbentuk simetris radial, ada juga beberapa yang

    simetri biradial. Struktur tubuh coelenterata dapat dibedakan menjadi 2 macam yaitupolip yang hidup menetap dan medusa yang hidup berenang bebas. Berikut akan

    dijelaskan lebih lanjut mengenai fase polip dan medusa.

    Polip

    Pada fase polip hidupnya

    menempel pada batuan perairan.

    Bentuknya seperti silinder dengan

    ujung yang satu terdapat mulut

    yang dikelilingi tentakel dan ujung

    lain buntu untuk melekatkan diri.

    Polip ini umumnya hidup secara

    soliter atau menyendiri, tetapi ada

    pula yang membentuk koloni.

    Karena polip melekat pada substrat,

    maka hidupnya tidak dapat

    bergerak bebas hanya bergerak

    meliuk-liuk.

    Gb. Polip (Google image, 2014)

  • 5/19/2018 Coelenterata Nf

    4/16

    4

    Medusa

    Pada fase medusa, Coelenterata hidup melayang-layang di perairan. Bentuk

    tubuhnya tampak seperti payung/mangkuk terbalik dengan tantakel pada bagian tepi

    yang melingkar, tampak transparan,

    dan berenang bebas. Di bagiantengah permukaan bawahnya

    terdapat mulut. Fungsi dari medusa

    adalah untuk berkembang biak

    secara seksual, jadi pada fase

    medusa ini akan menghasilkan

    sperma dan ovum. Tidak semua

    Coelenterata mempunyai bentuk

    polip dan medusa, ada yang hanya

    mempunyai bentuk polip saja yaitu

    pada kelas Anthozoa.

    Gb. Medusa ( Google image, 2014)

    Sesuai dengan ciri khasnya, hewan dari filum ini memiliki nematosit yang

    berisi gulungan benang kapiler. Nematosit ini berfungsi untuk mencari makan dan

    sebagai alat perlindungan karena mengandung racun yang dapat melumpuhkan

    mangsanya. Nematosit ada 3 macam, yaitu:

    Penetrant, berfungsi untuk menusuk kulit hewan kecil dan memasukkan racun ke

    dalam tubuh mangsanya.

    Volvent, berfungsi untuk menggulung erat mangsanya.

    Glutinant, berfungsi menghasilkan getah lengket untuk merekatkan tentakel

    dengan mangsanya.

    Dinding tubuh anthozoa disusun oleh dua lapisan sel (diploblastik), yaitu

    ektodermis (epidermis) dan endodermis (gastrodermis). Diantara kedua lapisan

    tersebut terdapat lapisan mesenchyme (mesoglea). Lapisan epidermis tersusun atas

    beberapa sel, yaitu:

    Sel epitel otot (epitheliomusculer)

    Berbentuk kolumner (tiang) berfungsi untuk menyangga lapisan epidermis.

    Sel interstisialBerbentuk bulatan kecil dengan nukleus relatif besar. Fungsinya untuk

    membentuk sel-sel hewan. Sel ini berperan penting dalam proses regenerasi,

    pertumbuhan, dan perkembangan.

    Sel knidosit

    Berbentuk bulat dan lonjong dengan bulu-bulu di dalamnya. Didalamnya

    terdapat kantung beracun yang disebut nematosit. Nematosit berfungsi sebagai

    alat pertahanan tubuh dan untuk melumpuhkan mangsa. Sel ini terdapat paling

    banyak pada bagian tentakel.

    Sel sensory

  • 5/19/2018 Coelenterata Nf

    5/16

    5

    Berfungsi untuk menerima dan mengirimkan rangsangan. Sel ini banyak

    ditemukan di bagian tentakel, mulut, dan cakram basal.

    Sel syaraf

    Sel ini merupakan perkembangan dari sel interstisial yang masuk ke dalam

    mesoglea. Sel syaraf bersifat difus atau menyebar ke seluruh tubuh.

    Sedangkan lapisan gastrodermis tersusun atas beberapa sel, yaitu:

    Sel-sel nutritif berflagel

    Bentuknya sama dengan sel epitel epidermis. Berfungsi untuk mengembangkan

    pseudopodia sebagai alat bantu pencernaan.

    Sel-sel kelenjar enzim

    Bentuknya kecil langsung masuk ke mesoglea. Berfungsi untuk mengeluarkan

    enzim pencernaan.

    Sel-sel sensory

    Berfungsi untuk menerima dan mengirimkan rangsangan.

    Gb. Dinding tubuh Coelenterata (Google image, 2014)

    2.3 Karakteristik Coelenterata

    Ciri-ciri umum filum Coelenterata adalah sebagai berikut:

    o

    Multiselulero Tubuh radial simetris (silindris)

    o Dinding tubuh diploblastik (dua lapisan jaringan, ektoderm/epidermis dan

    endoderm/gastrodermis) yang memiliki sel jelatang atau penyengat

    o Tidak memiliki anus, hanya memiliki mulut yang dilengkapi tentakel- tentakel

    di sekelilingnya

    o Sistem pencernaan tidak lengkap hanya berupa rongga gastrovaskular

    o Belum memiliki alat pernafasan, sirkulasi maupun alat ekskresi yang khusus

    o Habitat di perairan (sebagian besar di laut, tapi ada juga yang di air tawar)

    o

    Fase hidupnya polip dan medusao Mengalami metagenesis (pergiliran keturunan)

  • 5/19/2018 Coelenterata Nf

    6/16

    6

    2.4 Reproduksi Coelenterata

    Sistem reproduksi filum Coelenterata ada 2 macam, yaitu:

    1. Aseksual (vegetatif)

    Reproduksi aseksual terjadi pada stadium polip dan dilakukan dengan jalanpertunasan (budding) atau pembelahan. Suatu tunas terjadi dari dinding tubuh yang

    menonjol keluar diikuti perluasan rongga gastrovascular, kemudian pada ujungnya

    terbentuk mulut dan tentakel. Pada jenis soliter, tunas yang sudah lengkap

    dilepaskan dari induknya dan hidup sendiri dengan menempel di substrat. Pada jenis

    koloni, tunas-tunas baru sudah lengkap tetap melekat pada induknya. Reproduksi

    aseksual dimungkinkan karena kebanyakan Coelentrata mempunyai daya regenerasi

    yang besar. Tentakel yang putus akan segera diganti dengan tentakel yang baru.

    2.

    Seksual (generatif)

    Reproduksi seksual umumnya terjadi pada stadium medusa, sel telur atau sperma

    sebagian besar berasal dari sel interstisial yang mengelompok sehingga membentuk

    ovari atau testes. Medusa yang dihasilkan oleh polip gonangium itu ada yang jantan

    dan ada yang betina. Masing-masing sel gamet dikeluarkan ke lingkungan perairan

    kemudian melebur membentuk zigot dan berkembang menjadi larva planula. Setelah

    itu menempel pada substrat dan berkembang menjadi polip baru.

    2.5 Sistem Pencernaan Coelenterata

    Kebanyakan Coelenterata adalah hewan karnivora dan makanan utamanyayaitu crustacea, ikan kecil, serta plankton. Makanan masuk kedalam mulut dengan

    bantuan tentakel. Kemudian makanan masuk ke rongga gastrovascular. Dalam

    rongga tersebut, sel-sel kelenjar akan menghasilkan enzim semacam tripsin untuk

    mencerna protein. Tahap tersebut dinamakan pencernaan ekstraseluler. Pencernaan

    makanan dilanjutkan oleh sel pencerna yang mempunyai otot pseudopodia untuk

    menelan dan mencerna kembali partikel makanan. Tahap ini dinamakan pencernaan

    intraseluler. Hasil pencernaan didistribusikan ke seluruh tubuh secara difusi. Sisa

    makanan yang tidak digunakan akan dibuang lewat mulut.

    2.6 Sistem Ekskresi Coelenterata

    Pada intinya, filum Coelenterata tidak memiliki alat ekskresi yang khusus.

    Sisa metabolisme dalam bentuk amonia dibuang secara difusi (peristiwa

    mengalirnya/berpindahnya suatu zat terlarut dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi

    rendah).

  • 5/19/2018 Coelenterata Nf

    7/16

    7

    2.7 Sistem Syaraf Coelenterata

    Pada filum Coelenterata sudah memiliki sistem syaraf sederhana yang disebut

    sistem syaraf diffuse/bentuk jala. Sel-sel syaraf pada dinding tubuh tidak memiliki

    central syaraf, tetapi tersusun tidak beraturan, dan terdapat pada setiap sisi mesoglea.

    Sel syaraf banyak terdapat pada lapisan epidermis, tentakel, dan daerah mulut. Sel-

    sel syaraf terletak di bagian bawah dari jajaran sel-sel epitheliomuscular dan sejajar

    dengan lapisan mesogeal. Sel syaraf ini merupakan derivat lapisan epidermis dan

    diduga merupakan perkembangan dari sel interstisial yang masuk ke mesoglea.

    Proses stimulus responnya adalah sebagai berikut: stimulus sel sensoris

    ganglion terdekat melakukan respon sel syaraf efektor. Ganglion tersebut akan

    memberikan respon yang diteruskan ke sel syaraf.

    2.8 Klasifikasi Coelenterata

    Berdasarkan bentuk, ukuran, dan siklus hidupnya, filum Coelenterata dibagi

    menjadi 3 kelas, yaitu: Hydrozoa, Scyphozoa, dan Anthozoa.

    1. Kelas Hydrozoa

    Sebagian besar hidup di laut, berukuran kecil, menempel pada substrat karang

    atau kerang dan hanya sedikit (14 spesies) yang hidup di air tawar. Kebanyakan dari

    famili Hydrodae. Jenis hydrozoa ada yang tumbuh sebagai polip, medusa atau

    keduanya. Mesoglea nonselular (tidak ada sel), gastrodermis tidak mengandung

    nematosit.Polip pada hyrozoa ada yang bersifat soliter dan ada juga yang koloni. Pada

    polip soliter contohnyaHydra sp., hasil dari reproduksi aseksual dan hidup sebagai

    polip baru yang juga soliter. Sedang pada jenis koloni contohnyaObeliasp., tunas-

    tunas hasil reproduksi aseksual yang telah lengkap tetap menempel pada induknya

    hingga masing-masing polip saling berhubungan disebut koloni hydroid. Koloni

    hydroid umumnya kecil-kecil, warna bervariasi (putih, jingga atau kecoklatan),

    dilindungi selubung external dari tanduk disebut perisai.

    Medusa hydrozoa umumnya kecil, berdiameter 0,5 6,0 cm. Biasanya tepi

    lonceng melekuk ke dalam disebut velum. Tentakel dilengkapi nematosit terdapatpada tepi lonceng dan umumnya berjumlah 4 buah. Mulut terletak pada ujung

    manubrium di tengah subumbrella. Pada manubrium terdapat nematosit dan bagian

    tepi manubrium kadang berlekuk atau berumbai-umbai. Mesoglea tebal, jernih

    seperti agar-agar dan merupakan bagian terbesar dari medusa. Tidak semua spesies

    koloni hydroid hidupnya menempel pada substrat, tetapi ada juga spesies yang hidup

    berenang bebas seperti ubur-ubur contohnya Velella sp., Physalia sp.

    Ciri-ciri umum kelas Hydrozoa adalah sebagai berikut:

    Siklus hidupnya terdiri dari fase polip dan medusa

    Hidup soliter dan berkoloni

  • 5/19/2018 Coelenterata Nf

    8/16

    8

    Rongga gastrovaskuler tidak dilengkapi stomodeum dan mesentrium, maupun

    sel-sel jelatang

    Lapisan mesoglea merupakan lapisan non selular yang bentuknya pasta

    Gonadnya ditemukan dalam lapisan epidermis

    Contoh dari hydrozoa adalahHydra sp., Obelia sp., danPhysalia sp.

    Hydrozoa dibagi menjadi beberapa ordo, yaitu:

    o Ordo Hydroida, contoh: Obelia sp., Hydroctinia sp., danHydra sp.

    o Ordo Milleporina, contoh:Millepora sp.

    o Ordo Stylasterina, contoh: Stylaslantheca sp., Hydralimania sp.

    o Ordo Stranchylina, contoh: Craspedacusta sowerbii

    o Ordo Siphonopora, contoh:Physalia pelagic

    o Ordo Chondrophora, contoh:Porpita sp. danVellela sp.

    o Ordo Actinulida, contoh: Octohydra sp.

    Hydra sp.

    Ciri-ciri:

    Bentuk tubuh seperti tabung (panjang

    5-10 mm, diameter 2 mm)

    Hidup dalam bentuk polip

    Permukaan mulut disebut ujung oral,

    permukaan yang melekat disebut ujung

    aboral Mulut dikelilingi 6-7 tentakel,

    panjangnya sekitar 1-20 mm

    Reproduksi aseksual dengan cara

    membentuk tunas dan seksual dengan

    pembentukan testis di bagian atas dan

    ovum di bagian bawah tubuh

    (hermaprodit)

    Gb.Hydra sp.(Google image,2014)

    Perkembangbiakan hydra terjadi secara aseksual dan seksual.

    Perkembangbiakan secara aseksual terjadi melalui pembentukan tunas/budding, kira-

    kira pada bagian samping tengah dinding tubuh hydra. Tunas telah memiliki

    epidermis, mesoglea dan rongga gastrovaskuler. Tunas tersebut terus membesar dan

    akhirnya melepaskan diri dari tubuh induknya untuk menjadi individu baru.

    Perkembangbiakan secara seksual terjadi melalui peleburan sel telur (dari ovarium)

    dengan sperma (dari testis). Hasil peleburan membentuk zigot yang akan

    berkembang sampai stadium grastula. Kemudian embrio ini akan berkembang

    membentuk kista dengan dinding dari zat tanduk. Kista ini dapat berenang bebas dan

    di tempat yang sesuai akan melekat pada obyek di dasar perairan. Kemudian bila

  • 5/19/2018 Coelenterata Nf

    9/16

    9

    keadaan lingkungan membaik, inti kista pecah dan embrio tumbuh menjadi hydra

    baru.

    Obelia sp.

    Ciri-ciri:

    Coelenterata yang hidup secara koloni di laut Fase hidup berupa polip dan medusa

    Memiliki 2 jenis polip, yaitu :

    1.Hydranth: polip untuk mengambil makanan

    2.Gonangium: polip untuk reproduksi, menghasilkan medusa

    Rangka jernih di bagian luar (perisark), menutupi jaringan lunak bagian

    dalam (koenosark)

    Medusa dilepaskan ke air dan menjadi ubur-ubur yang berenang,

    berkembangbiak secara seksual

    Perkembangbiakan Obelia mengalami pergiliran keturunan (metagenesis)

    antara keturunan seksual dengan keturunan aseksual. Perkembangbiakan secara

    aseksual dilakukan oleh gonangium. Pada gonangium terbentuk tunas, kemudian

    setelah matang tunas memisahkan diri dari induknya dan berkembang menjadi

    medusa muda yang dapat berenang bebas. Selanjutnya medusa muda berkembang

    menjadi medusa dewasa. Perkembangbiakan seksual terjadi pada medusa dewasa.

    Hewan Obelia mempunyai dua alat kelamin (hermaprodit). Medusa dewasa akan

    menghasilkan sel telur / ovum dan sperma. Pembuahan ovum oleh sperma terjadi di

    luar tubuh (eksternal) dan membentuk zigot. Zigot akan berkembang menjadi larva

    bersilia disebut planula. Pada tempat yang sesuai planula akan merekatkan diri

    menjadi polip muda, lalu polip dewasa., kemudian tumbuh menjadi hewan Obelia.

    Selanjutnya, Obelia memulai melakukan pembiakan aseksual dengan pembentukan

    tunas/budding, sehingga membentuk koloni Obelia yang baru.

    Siklus hidup Obelia sp.adalah sebagai berikut:

    a) Polip berkromosom diploid (2n) bereproduksi secara aseksual dengan

    rnembentuk tunas-tunas, sehingga terjadilah koloni polip. Terdapat

    polip yang bertentakel untuk mencari makanan dan polip yang tidak

    memiliki tentakel untuk bereproduksi.

    b) Polip yang tidak rnemiliki tentakel membentuk tunas medusa secara

    aseksual. Tunas medusa (2n) dilepaskan dan berenang bebas.c) Medusa dewasa (2n) jantan dan betina bereproduksi secara seksual,

    masing-masing mengalami pembelahan secara meiosis sehingga

    menghasilkan sel gamet (sperma atau sel telur) yang berkromosom

    haploid (n).

    d) Bila terjadi fertilisasi sel telur oleh spermatozoid, maka akan

    dihasilkan zigot (2n).

    e) Zigot akan berkembang menjadi larva padat bersilia yang disebut

    planula (2n).

    f) Planula akhirnya menetap di suatu substrat, dan tumbuh menjadi polip

    baru (2n)

  • 5/19/2018 Coelenterata Nf

    10/16

    10

    Gb. Daur hidup Obelia sp.(Google image, 2014)

    Physalia sp.

    Ciri-ciri:

    Tidak memiliki tentakel oral, bagian atas

    koloni biasanya disokong oleh suatu

    bagian yang melayang Memiliki banyak nematosit

    Hidup berkoloni, jarang hidup bebas

    Bentuk tubuh polip, dengan medusa yang

    tidak sempurna

    Biasanya melekat dengan bagian batang

    atau cakram atau melayang di laut yang

    hangat

    Gb.Physalia physalis

    (Google image,2014)

    2. Kelas Scyphozoa

    Medusa scyphozoa yang disebut juga scypho medusa adalah ubur-ubur sejati

    karena merupakan bentuk dominan dalam daur hidupnya. Juga berukuran relatif

    lebih besar dengan diameter 2-40 cm atau lebih. Ada kalanya berwarna menarik

    seperti jingga, kesumba atau kecoklatan, warna ini disebabkan oleh warna gonad dan

    bagian-bagian dalam lainnya. Terdapat disemua lautan dari laut tropis sampai laut

    subtropis. Beberapa di laut dalam dan di pantai.

  • 5/19/2018 Coelenterata Nf

    11/16

    11

    Tidak semua medusa scyphozoa berenang. Contohnya jenis-jenis dari ordo

    Stanromedusae yang merupakan ubur-ubur sessile, bagian exumbrella (aboral) dari

    lonceng memanjang berbentuk tangkai untuk menempel pada ganggang atau benda

    lain hingga bentuknya mirip polip.

    Bentuk scyphomedusa mirip hydromedusa yaitu pipih seperti piring sampaimembulat seperti helm, tepi lonceng berlekuk-lekuk, manubrium bercabang dan

    memanjang menjadi 4 buah oval arm berbeda untuk menangkap mangsa, tidak

    mempunyai veluse. Scyphomedusa berenang dengan berdenyut-denyut seperti

    hydromedusa. Gerak berdenyut cenderung menarik organisme tersebut ke atas,

    apabila kontraksi dihentikan, ubur-ubur tenggelam perlahan-lahan dan menangkap

    mangsa yang bersinggungan dengan tentrakel atau oval arm.

    Gb. Struktur tubuhAurelia sp. (Google image, 2014)

    Ciri-ciri umum kelas Scyphozoa adalah sebagai berikut:

    Scyphozoa adalah hewan yang memiliki bentuk tubuh seperti mangkuk

    Hidupnya soliter

    Pada umumnya memiliki bentuk dominan berupa medusa

    Mengalami metagenesis

    Hidup berenang/melayang bebas di perairan

    Medusa Scyphozoa dikenal dengan ubur-ubur

    Reproduksi secara seksual dan aseksual

  • 5/19/2018 Coelenterata Nf

    12/16

    12

    Selalu membentuk medusa dengan jalan membentuk sekat melintang

    pada polipnya

    Contohnya:Aurelia aurita

    Kelas Scyphozoa dibagi menjadi beberapa ordo, diantaranya:

    o

    Ordo Stauromedusao Ordo Cubomedusa, contoh: Chyronex Fleckery

    o Ordo Coronatae, contoh:Periphylla

    o Ordo Semaestomae, contoh: Chrysaora sp., Aurelia sp., Cyanea sp.

    o Ordo Rhyzostomae, contoh: Cassiopeia sp. danRhizost sp.

    Aureli a sp.

    Ciri-ciri:

    Bentuk seperti payung yang tidak

    begitu cembung, transparan, diameter

    7,5-30 cm

    Fase medusa lebih dominan dalam

    hidupnya

    Mulut dilengkapi 4 tentakel

    Organ kelamin terpisah

    Fertilisasi terjadi dalam rongga

    enteron betina

    Gb.Aurelia sp.(Google image,2014)

    Aurelia aurita merupakan anggota filum Coelenterata, kelas Scyphozoa.

    Mempunyai bentuk seperti mangkuk dan dikenal sebagai Jellyfish. Hidup di laut

    secara planktonik, melayang-layang di perairan. Hewan ini memiliki lapisan

    mesoglea yang tebal dan dapat digunakan sebagai sumber nutrisi.

    Pada masa hidupnya, bentuk tubuh medusa lebih dominan dibandingkan

    dengan bentuk polip. Bentuk polip hanya dijumpai pada waktu larva. Hewan inimemiliki alat kelamin yang terpisah pada individu jantan dan betina. Pembuahan

    ovum oleh sperma secara internal di dalam tubuh individu betina. Hasil pembuahan

    adalah zigot yang akan berkembang menjadi larva bersilia disebut planula. Planula

    akan berenang dan menempel pada tempat yang sesuai. Setelah menempel, silia

    dilepaskan dan planula tumbuh menjadi polip muda disebut scifistoma, kemudian

    membentuk tunas-tunas lateral sehingga tampak seperti tumpukan piring atau

    strobilasi. Kuncup dewasa paling atas akan melepaskan diri menjadi medusa disebut

    efira. Selanjutnya efira berkembang menjadi medusa dewasa.

    Siklus hidupAurelia auritaadalah sebagai berikut:

  • 5/19/2018 Coelenterata Nf

    13/16

    13

    a) Medusa dewasa jantan dan betina diploid (2n) rnenghasilkan sel gamet

    (sperma atau sel telur) yang haploid (n).

    b) Sel telur (n) dibuahi oleh sperma (n), akan menghasilkan zigot (2n).

    Fertilisasi terjadi secara eksternal di dalam air.

    c)

    Zigot akan mengalami pembelahan secara mitosis dan tumbuh menjadiblastula, gastrula, kemudian menjadi larva bersilia planula yang berenang

    bebas beberapa waktu.

    d)

    Planula kemudian menempel pada suatu substrat dan tumbuh menjadi

    larva polip berukuran kecil yang bertentakel, disebut skifistoma. Polip

    skifistoma dapat membentuk tunas-tunas.

    e)

    Pada bulan-bulan tertentu, skifistoma melakukan strobilasi, yaitu

    melakukan pembelahan secara melintang pada ujung oral untuk

    menghasilkan setumpuk bakal medusa atau efira.

    f) Efira akan terlepas satu persatu. Setelah efira terlepas semua, skifistoma

    akan hidup sebagai polip kembali. Skifistoma dapat hidup satu hingga

    beberapa tahun. Efira akan tumbuh menjadi ubur-ubur dewasa.

    Gb. Daur hidupAurelia aurita(Google image, 2014)

  • 5/19/2018 Coelenterata Nf

    14/16

    14

    2.9 Peranan Coelenterata

    Peranan filum Coelenterata ada yang menguntungkan dan ada pula yang

    merugikan. Peranan yang menguntungkan diantaranya adalah sebagai berikut:

    Ubur-ubur dimanfaatkan untuk dibuat tepung ubur-ubur, kemudian diolahmenjadi bahan kosmetik (kecantikan).

    Di Jepang selain sebagai bahan kosmetik, ubur-ubur dimanfaatkan sebagai

    bahan makanan.

    Pada saat masih larva, hewan coelenterata berperan sebagai zooplankton.

    Zat mucin pada ubur-ubur bisa digunakan sebagai obat untuk

    menyembuhkan masalah persendian, seperti osteoarthritis.

    Ubur-ubur kering bisa dimanfaatkan sebagai soil conditioner (pengkondisi

    tanah).

    Sedangkan peranan yang merugikan diantaranya sebagai berikut:

    Sengatan dari Hydra sp. mengganggu keamanan dan kenyamanan para

    penyelam.

    Ubur-ubur (Aurelia aurita) yang terdampar di pantai sangat mengganggu

    para wisatawan, karena sengatannya menimbulkan gatal-gatal pada kulit

    manusia.

  • 5/19/2018 Coelenterata Nf

    15/16

    15

    BAB III

    PENUTUP

    3.1 Kesimpulan

    Berdasarkan pembahasan yang telah dipaparkan, didapatkan simpulan sebagai

    berikut:

    Coelenterata adalah hewan tidak bertulang belakang yang berongga, namun

    rongganya bukanlah rongga sebenarnya melainkan rongga sentral.

    Ciri-ciri umum dari filum Coelenterata adalah sebagai berikut:

    o Multiseluler

    o Tubuh radial simetris (silindris)

    o Dinding tubuh diploblastik (dua lapisan jaringan, ektoderm/epidermis

    dan endoderm/gastrodermis) yang memiliki sel jelatang atau penyengat

    o Tidak memiliki anus, hanya memiliki mulut yang dilengkapi tentakel-

    tentakel di sekelilingnya

    o Sistem pencernaan tidak lengkap hanya berupa rongga gastrovaskular

    o Belum memiliki alat pernafasan, sirkulasi maupun alat ekskresi yang

    khusus

    o Habitat di perairan (sebagian besar di laut, tapi ada juga yang di air

    tawar)

    o Fase hidupnya polip dan medusa

    o

    Mengalami metagenesis (pergiliran keturunan

    Coelenterata bereproduksi melalui 2 cara, yaitu aseksul (dengan

    tunas/pembelahan) dan seksual (dengan fertilisasi).

    Sistem pencernaan Coelenterata melalui rongga gastrovascular (ekstraseluler)

    dilanjutkan oleh sel-sel berflagel/pseudopodia (intraseluler), kemudian

    didistribusikan keseluruh tubuh secara difusi

    Filum Coelenterata dibagi menjadi 3 kelas, yaitu:

    a. Hydrozoa, contohnya:Hydra sp., Obelia sp., danPhysalia sp.

    b. Scyphozoa, contohnya:Aurelia aurita

    c.

    Anthozoa, contohnya: Corallium sp., danMetridium sp. Coelenterata memiliki banyak peranan dalam kehidupan manusia, diantaranya

    sebagai bahan makanan dan kosmetik.

    3.2 Saran

    Bagi para pembaca hendaknya memberikan tambahan referensi yang lain agar

    lebih menambah wawasan pengetahuan dan lebih memahami tentang filum

    Coelenterata khususnya kelas Hydrozoa dan Scyphozoa.

  • 5/19/2018 Coelenterata Nf

    16/16

    16

    DAFTAR PUSTAKA

    Google image. 2014. Polip. http://googleimages.com. Diakses pada 27 September

    2014 pukul 13.40 WIB.___________. 2014. Medusa.http://googleimages.com.Diakses pada 27 September

    2014 pukul 13.40 WIB.

    ___________. 2014. Dinding Tubuh Coelenterata. http://googleimages.com.

    Diakses pada 27 September 2014 pukul 13.43 WIB.

    ___________. 2014. Hydra. http://googleimages.com. Diakses pada 27 September

    2014 pukul 13.43 WIB.

    ___________. 2014.Daur Hidup Obelia.http://googleimages.com.Diakses pada 27

    September 2014 pukul 13.44 WIB.

    ___________. 2014.Physalia.http://googleimages.com.Diakses pada 27 September

    2014 pukul 13.46 WIB.

    ___________. 2014. Struktur Tubuh Aurelia.http://googleimages.com.Diakses pada

    27 September 2014 pukul 13.48 WIB.

    ___________. 2014. Aurelia aurita. http://googleimages.com. Diakses pada 27

    September 2014 pukul 13.47WIB.

    ___________. 2014.Daur Hidup Aurelia aurita. Diakses pada 27 September 2014

    pukul 13.42 WIB.

    Kastawi, Yusuf. 2005. Zoologi Avertebrata. Buku Ajar FMIPA Universitas Negeri

    Malang, Malang.

    Praningtyas, Shinta. 2013. Coelenterata. http://shintapraningtyas.blogspot.com.Diakses pada 27 September 2014 pukul 13.00 WIB.

    Sridianti. 2014. Struktur Tubuh Coelenterata. http://www.sridianti.com. Diakses

    pada 27 September 2014 pukul 13.30 WIB.

    Suwarni. 2008. Optimalisasi Proses Belajar Mengajar Mata Kuliah Avertabrata Air

    yang Berbasis SCL (Students Center Learning). Universitas Hasanuddin,

    Makassar.

    http://googleimages.com/http://googleimages.com/http://googleimages.com/http://googleimages.com/http://googleimages.com/http://googleimages.com/http://googleimages.com/http://googleimages.com/http://googleimages.com/http://googleimages.com/http://googleimages.com/http://googleimages.com/http://googleimages.com/http://googleimages.com/http://googleimages.com/http://googleimages.com/http://googleimages.com/http://googleimages.com/http://googleimages.com/http://googleimages.com/http://shintapraningtyas.blogspot.com/http://shintapraningtyas.blogspot.com/http://www.sridianti.com/http://www.sridianti.com/http://www.sridianti.com/http://shintapraningtyas.blogspot.com/http://googleimages.com/http://googleimages.com/http://googleimages.com/http://googleimages.com/http://googleimages.com/http://googleimages.com/http://googleimages.com/http://googleimages.com/